Kamis, 29 Juli 2010

Yang Benar-Benar Benar

Nasrudin sedang menjadi hakim di pengadilan kota. Mula-mula ia mendengarkan dakwaan yang berapi-api dengan fakta yang tak tersangkalkan dari jaksa. Setelah jaksa selesai dengan dakwaannya, Nasrudin berkomentar:


"Aku rasa engkau benar."


Petugas majelis membujuk Nasrudin, mengingatkan bahwa terdakwa belum membela diri. Terdakwa diwakili oleh pengacara yang pandai mengolah logika, sehingga Nasrudin kembali terpikat. Setelah pengacara selesai, Nasrudin kembali berkomentar:


"Aku rasa engkau benar."


Petugas mengingatkan Nasrudin bahwa tidak mungkin jaksa betul dan sekaligus pengacara juga betul. Harus ada salah satu yang salah ! Nasrudin menatapnya lesu, dan kemudian berkomentar:


"Aku rasa engkau benar."


Sumber : Kisah-Kisah Nasruddin Hoja

Rabu, 21 Juli 2010

Yang Tersulit

Salah seorang murid Nasrudin di sekolah bertanya, "Manakah keberhasilan yang paling besar: orang yang bisa menundukkan sebuah kerajaan, orang yang bisa tetapi tidak mau, atau orang yang mencegah orang lain melakukan hal itu ?"


"Nampaknya ada tugas yang lebih sulit daripada ketiganya," kata Nasruddin.


"Apa itu?"


"Mencoba mengajar engkau untuk melihat segala sesuatu sebagaimana adanya."


Sumber : Kisah-Kisah Nasruddin Hoja